Artikel
Pelatihan KIR di Lingkup LPI Al Azhaar
Tanggal : 24-12-2021 05:14, dibaca 276 kali.
PELATIHAN KARYA ILMIAH REMAJA, 23 Desember 2021
Pemateri : Bpk Yuda Setiabudi, S.T
Tiada pemikiran yang abadi, jika tidak dituangkan. Pemikiran yang telah tertuang akan menjadi karya yang akan dikenang. Banyak dari kita yang memiliki banyak pemikiran, namun tidak bisa abadi karena hanya dalam angan-angan.
Di hari yang telah ditentukan ini, diadakan sebuah pelatihan yang diberi nama PELATIHAN KARYA ILMIAH REMAJA. Pelatihan yang akan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 23 dan 24 Desember 2021. Dimana pada tanggal 23 Desember pesertanya ada lah asatidz dan asatidzah LPI AL AZHAAR,dan dilanjutkan pada tanggal 24 Desember dengan pesertanya adalah santri dan wali santri dari semua jenjang pendidikan di Al Azhaar ini.
Sekitar pukul 07.45 beberapa peserta nampak memasuki gedung aula Dinas Kesehatan dan mulai menempati tempat duduk. Acara kemudian dimulai oleh dua MC dari OSIS SMP dan dilanjutkan dengan pembacaan dzikir jama'i oleh ustadz Abidin. Yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ananda Putri Wardah Amelia dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
K. H Imam Mawardi selaku Direktur dari LPI Al Azhaar memberikan pemaparan yang luar biasa sebelum membuka acara. Berikut adalah sedikit ringkasan pemaparan beliau:
KIR adalah bagian dalam pembentukan karakter putra putri dalam hal tanggungjawab. Asatidz bertanggungjawab kepada santri untuk memiliki teamwork yang terorganisir, baik, dan solid.
Manfaat KIR itu sendiri diantaranya:
√ Mengeksplore kemampuan anak
√ Menyingkirkan rintangan-rintangan belajar
√ Menumbuhkan kemampuan "leader" melalui presentasi.
Beliau berpesan jika jangan sampai anak anak kita menjadi korban industri yaitu industri game.
Sampailah kita pada acara inti yaitu pemaparan dari Bapak Yuda Setiabudi yang dipandu oleh Ustadzah Anik selaku moderator. Acara inti dibagi menjadi dua sesi, sesi 1 yang diisi dengan pemaparan materi dan sesi 2 yang diisi dengan praktek pembuatan poster.
Sebelum memulai materi, Bapak Yuda berpesan kepada asatidz untuk berlaku jujur terhadap karyanya. Jangan sampai mengambil karya orang lain.
Menurut beliau, tidak ada anak yang terlahir bodoh, yang ada hanya anak yang malas. Karena kepandaian itu berasal dari visi misi. Maka dari awal anak sudah memiliki visi misi pada dirinya.
Materi awal yang disampaikan beliau adalah langkah awal dalam penyusunan karya tulis. Dalam penyusunan karya tulis, hal pertama yang dilakukan adalah MENGGALI IDE. Menggali ide itu sendiri bisa dilakukan melalui beberapa hal diantaranya :
√ memperhatikan alam sekitar
√ mengamati kebutuhan sekitar
√ mencari kekurangan/kelemahan dari suatu alat
√ mentransformasikan budaya lokal ke budaya ilmiah
Pada sesi 1 ini, Bapak yuda menjelaskan tentang apa saja isi dari Karya Ilmiah itu sendiri dan bagaimana langkah kita untuk membimbing santri santri untuk bisa menyusun karya ilmiah mereka sendiri.
Bapak yuda juga menjelaskan tentang poster yang nantinya harus dibuat peserta pada sesi 2 secara berkelompok.
Poster tersebut berisikan abstrak dari sebuah karya tulis.
Di sela sela pemaparan, beliau menceritakan pengalaman beliau membimbing banyak anak dalam lomba lomba Karya tulis baik yang skala daerah, provinsi, nasional, maupun internasional.
Sesi 1 ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian kelompok.
Pada pukul 13.00, acara dilanjutkan sesi 2 dengan agenda penyusunan poster. Para peserta berkumpul dengan masing masing kelompoknya. Masing masing kelompok diberikan 1 karya tulis. Waktu penyusunan poster adalah 1 jam. Setelah itu dipilih beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil posternya.
1 jam berlalu, dipilih dua kelompok untuk melakukan presentasi. Kelompok pertama adalah kelompok 1 yang membawakan karya tulis tentang Alat Penunjuk Arah Kiblat. Dilanjutkan dengan kelompok kedua yaitu kelompok 12 yang membawakan karya tulis tentang Kopi Kefir.
Di akhir acara, Bapak Yuda memberikan pesan bahwa "Tidaklah penting untuk menjadi juara, atau mendapat sertifikat. Tetapi, proses untuk mencapai hasil itulah yang harus diutamakan." (trs)
Pewarta, Tiara Rizky Santoso
Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Tadadabur Alam Kelas 2 di Kampung Susu Dinasti (KSD)
- Serangkaian Perlombaan Meriah di SDI Al Azhaar Tulungagung dalam Rangka PHBN ke 78
- Pawai Bhineka, Prestasi & Cita-Citaku Pesentran Al Azhaar Tulungagung
- Semangat Tak Pernah Surut
- Perjuangan Anak-anak Bangsa
Komentar :
Kembali ke Atas


Total Hits
Hari ini
Member Online